Minggu, 30 Agustus 2009

Usa MaBok di Tangan Indonesia

Dokumen Rahasia CIA tentang penyerbuan ke Indonesia
10-Okt-2008

Sebuah dokumen berklasifikasi sangat rahasia (TOP SECRET) bocor ke tangan wartawan. Dokumen ini adalah laporan CIA kepada Pentagon yang sebenarnya akan diteruskan ke Gedung Putih.

Menurut dokumen tsb, setelah Irak, Indonesia akan jadi sasaran berikutnya. Tapi intel-intel CIA yang lebih dahulu diterjunkan ke Indonesia, menyimpulkan bahwa jika diteruskan maka perang tersebut akan menjadi sangat mahal biayanya dan dipastikan AS akan menderita banyak kerugian.

Ini isi dokumen yang telah diterjemahkan unofficial ke dalam Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:


Kepada Yth.
Kepala Staf Gabungan
Jenderal Richard Myers
Tembusan: Direktur CIA

Rencana penyerangan ke Indonesia sebaiknya dipertimbangkan lagi mengingat mahalnya biaya yang akan timbul dari peperangan tersebut.
Berikut data-datanya:

Begitu memasuki perairan, Armada ketujuh kita akan dihadang pihak Bea Cukai karena membawa masuk senjata api dan peralatan tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti kita harus menyediakan “uang damai”. Coba hitung berapa besarnya jika peralatan yang dibawa sedemikian banyak.

Kemudian bila kita mendirikan base camp militer , bisa ditebak di sekitar base camp pasti akan banyak dikelilingi tukang bakso, tukang es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral celana dalam Rp 10.000 dapat 3. Belum terhitung jika pedagang komedi puter juga ikut mangkal di sekitar base camp.

Kemudian kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang diparkir dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perparkiran daerah maupun preman-preman sekitar. Jika dua jam pertama dikenakan Rp 10.000 (tarif untuk orang bule), berapa yang harus dibayar oleh pemerintah AS jika kendaraan harus parkir sebulan atau setahun lebih seperti di Irak sekarang ini.

Belum lagi pengusaha parkir swasta yang bisa melobi Gubernur Fauzi Bowo untuk menaikkan tarif parkir. Lobi itu sangat mulus karena salah satu komisaris di sebuah perusahaan parkir terbesar di Jakarta itu adalah mantan pejabat tinggi.

Belum lagi di sepanjang jalan menuju lokasi base camp kita harus menghadapi para “Pak Ogah” yang berlagak mengatur jalan sambil memungut biaya dari kendaraan yang memutar. Bisa dibayangkan berapa recehan yang harus disiapkan jika harus melakukan operasi tempur menuju pusat-pusat musuh seperti Cilangkap. Dari Tanjung Priok (pelabuhan tempat Kapal induk merapat dan lokasi pasukan mendarat) ke Cilangkap saja ada berapa pertigaan, perempatan dan putaran.

Suatu kerepotan besar jika rombongan pasukan harus berkonvoi. Karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan dihampiri para pengamen, dan anak-anak jalanan. Ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi.

Belum lagi jika di jalan bertemu polisi bokek, udah pasti kena semprit karena konvoi tanpa izin terlebih dahulu. Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan untuk polantas-polantas itu.

Itu baru polantas Pak Myers. Belum petugas DLLAJ. Anda harus melihat sendiri bagaimana mereka beraksi. Kendaraan2 dan tank2 itu kan belum di kir. Itu pertanda buruk. Setiap kali kir, berapa uang yang harus kita keluarkan untuk

membayar yang resmi dan tidak resmi. Belum lagi kalau mau menyerbu KODAM di daerah lain. Kita harus melewati jembatan Timbang milik DLLAJ. Siapkan saja uang pelicin yang lebih banyak.

Di base camp militer , tentara AS sudah pasti tidak bisa tidur nyenyak, karena banyak nyamuk akibat sangat tidak higienisnya lingkungan sekitar. Ini bisa dibasmi dengan penyemprotan dari dinas kesehatan. Lagi-lagi harus menyiapkan amplop untuk mereka.

Tentara AS juga nggak bisa jauh2 dari peralatan perangnya, karena disekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempreteli peralatan perang canggih yang kita bawa. Kurang waspada sedikit saja, tank Abrams kebanggaan kita bakal siap dikiloin.

Belum lagi para pencuri kendaraan bermotor yang sudah siap beraksi dengan kunci T-nya bakal merebut jip-jip perang kita yang kalau didempul dan cat ulang bisa dijual ke pasar gelap atau pasar spare part hasil curian ranmor di Cinangka.

Peralatan telekomunikasi kita, yang menjadi alat vital dalam pertempuran, juga harus dijaga ketat, karena bandit kapak merah sudah mengincar peralatan itu.

Di samping itu juga ada aturan wajib lapor kalau bawa tamu jika lebih dari 1 x 24 jam, dan harus izin RT setempat. Belum RW dan kelurahan. Berapa banyak meja yang harus dilalui dengan amplopan.

Membayangkan ini semua, kami mewakili intel CIA di lapangan sepakat untuk meninjau ulang rencana penyerangan ke Indonesia .

Informasi ini aku peroleh dari salah satu forum online. Semoga belum bocor ke tangan para petinggi TNI kita.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Dunia Nyata dan Dunia Maya Patut Dipertentangkan?

Kira-kira setahun yang lalu, ketika saya masih lebih suka chatting daripada nge-blog, ada seorang rekan chatter, wanita, masih kuliah, lewat blognya mengatakan bahwa ia akan berhenti dari dunia “maya”. Alasan ia akan berhenti dari dunia “maya” adalah karena waktunya habis di dunia “maya” sehingga ia tidak “sempat” lagi memperhatikan teman2nya di kampus ataupun keluarganya di rumah. Alasan kedua adalah ia pernah “tertipu”. Ia menceritakan bahwa di YM, ia pernah “bertemu” atau lebih tepatnya chatting dengan seseorang yang katanya sangat membutuhkan uang dan ingin meminjam uang. Orangnya terlihat (padahal belum pernah dilihat dengan mata kepalanya sendiri) baik ketika chatting sehingga rekan chatting saya itu meminjamkan uang. Namun setelah uang dikirim (skenario selanjutnya mudah ditebak!), teman chattingnya tersebut langsung menghilang, boro2 sempat bilang terima kasih. Karena kejadian2 tersebut, rekan chatting saya itu memutuskan untuk berhenti dari dunia “maya” untuk kembali ke dunia nyata!

Terus terang, saya adalah orang yang SANGAT TIDAK PERNAH MEMPERTENTANGKAN antara dunia nyata dan dunia maya. Kegiatan saya di dunia maya sampai saat ini, alhamdulillah, tidak sampai menganggu kegiatan2 di dunia nyata, termasuk bersosialisasi dan lain sebagainya. Saya tidak pernah ambil pusing dengan perkataan2 yang intinya mempermasalahkan kehidupan di ‘dunia maya’ yang dapat menjadi “ancaman” aktivitas2 sosial di dunia nyata walaupun andaikan perkataan tersebut keluar dari mulut seorang psikolog bulĂ© terkenal sekalipun! Justru saya menanggap bahwa dunia “maya” adalah bagian yang tak terpisahkan, apalagi di abad informasi seperti saat ini, dengan dunia nyata. Kegiatan2 di dunia maya bagi saya adalah sangat riil. Sahabat-sahabat dan orang2 yang berhubungan dengan saya, baik lewat e-mail, chat maupun blog juga adalah orang2 yang nyata. Mereka2 benar-benar nyata, senyata teman2 atau kolega2 saya di kantor ataupun senyata tetangga2 saya, hanya saja kita dipisahkan oleh ratusan atau ribuan kilometer kabel serat optik. Itu saja perbedaanya! Lantas bagaimana dengan penipuan seperti yang rekan saya alami seperti di atas tersebut? Kalau yang namanya penipuan tentu bukan hanya bisa terjadi di dunia maya saja, penipuan2 malah mungkin masih lebih marak di dunia nyata daripada di dunia maya. Yang perlu dipersalahkan dalam kasus ini tentu saja kecerobohannya bukan “dunia maya”nya.

Menurut saya, yang salah dari rekan chatting wanita saya tersebut adalah ketidakmampuannya untuk mengelola waktunya sehingga aktivitas2 lainnya di dunia nyata sampai terganggu. Jadi yang salah tentu saja bukan chatting atau nge-blognya. Andaikata ia bisa mengelola waktunya dengan baik mungkin aktivitas2 sosialnya tidak akan terganggu. Apapun itu andaikan dilakukan terlalu intensif semuanya menjadi tidak baik. Belajarpun jikalau terlalu berlebih juga tidak baik minimal untuk kesehatannya sendiri. Harus ada keseimbangan antara belajar dan istirahat. Bahkan terlalu banyak beribadah sampai melupakan memberi nafkah untuk anak istri tentu juga bukan sebuah pilihan yang bijaksana. Jadi bukan hanya berinternet saja yang kalau berlebihan tidak baik, hampir semua kegiatan kalau berlebihan juga tidak baik.

Lantas bagaimana jikalau ada pendapat bahwa jikalau hobby kita hanya berinternet saja hidup menjadi monoton, tidak bervariasi ataupun tidak berwarna?? Menurut saya, ya itu terserah anda. Menurut pendapat saya pribadi, apakah hidup kita bervariasi atau tidak yang penting kita bisa menikmatinya dan mengambil manfaatnya. Percuma saja andaikan anda memaksakan hidup anda untuk bervariasi namun anda tidak bisa menikmatinya atau bahkan anda tidak bisa mengambil manfaatnya, mendingan hidup anda sedikit monoton tapi anda menikmatinya. Memang betul, dari sudut yang lebih absolut, kebervariasian aktivitas kita memang dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan serta manfaat yang lebih, namun tentu itu jikalau anda dapat menikmatinya dan dapat mengambil manfaat daripadanya. Aktivitas2 apa yang cocok untuk anda, tentu anda sendiri yang tahu…..

Internet atau dunia maya sebenarnya telah memberikan kesempatan bagi kita untuk bersosialisasi bagi orang2 yang supersibuk atau kegemarannya mungkin hanya mengutak-ngatik komputer. Orang yang supersibuk, yang hampir2 “tidak sempat” untuk bersosialisasi, pada malam hari ketika ia sampai di rumah menjelang istirahat malam, ia menyalakan komputernya dan ia dapat merasakan “sentuhan” sosialisasi lewat blognya atau lewat chatting. Begitu juga yang “gila” komputer, dulu sebelum ada Internet, hobby mengotak-ngatik komputer benar2 merupakan hobby yang soliter, namun dengan keberadaan internet kini mereka yang hobby mengutak-ngatik komputer bisa juga merasakan sedikit sosialisasi lewat Internet. Yang penting bagi kita adalah, bagaimana kita memanfaatkan teknologi ini untuk tujuan yang sepositif mungkin………

Bagi saya pribadi, meninggalkan Internet, apalagi di era kompetitif sekarang ini, adalah pilihan yang keliru. Di kala jutaan orang saudara2 kita yang masih jauh tersentuh teknologi informasi, kita yang sudah mendapatkannya malah menyia-nyiakannya. Kita tidak perlu mempertentangkan antara Dunia Nyata dan Dunia Maya selama kita dapat mengelola waktu kita dengan baik. Yang penting prinsip saya adalah “Ada Internet ataupun Tidak Ada Internet, hidup pasti akan jalan terus……” Jika di sekitar kita tidak ada akses Internet, ya jalani hidup apa adanya. Kalau ada, ya silahkan juga memanfaatkannya, dan jalani juga hidup anda apa adanya pula……. :)

luang kan waktu mu untuk shalat!!

Minggu, 26 Juli 2009

pelajar dan pemuda

pelajar adalah pemimpin masa depan yang di harapkan oleh suantu negara,,bahkan merangkap sebagai pemuda yang akan membangun kehidupan dunia.

belajar tidak lah mudah untuk di laksanakan dan di jalani semua rintangan pasti datang,cobaan silih berganti namun semua itu adalah suatu pengalaman sebagai pondasi untuk membangun pribadi yang tegar!

bekal ilmu itu mahal dan bermafaat jadi sesuatu pelajaran itu sangat di butuhkan,setiap pelajaran yang bermamfaat kadang membosankan,membingungkan,memalaskan semua nya tergantung apa niat kita...

niat dari belajar!!

masa depan atau hura-hura,,klu memang ingat masa depan bersungguh-sungguh lah belajar ihklas dan rajin mandi pagi...hehehehehehe

hmmm....jadi susah mikir niech udah dulu yach...insya allah coret-coret lagi.....dunia akan berubah indah oleh insan yang mensyukuri nikmat nach..